Short Trip: Pulau Belitung!

Assalamualaikum folks!

Di post ini, aku ingin membagikan pengalamanku sewaktu liburan akhir tahun 2018 ke Belitung. Akhirnya setelah membujuk papa yang agak susah banget untuk pergi, akhirnya luluh juga! Di trip kali ini aku nggak memutuskan untuk melakukan Solo Traveling untuk Perempuan karena mama sangat ingin pergi juga. Yasudah satu keluarga akhirnya memutuskan untuk pergi.

Kepergian kali ini menggunakan agen travel lagi, karena mama nggak mau repot-repot ala backpacker, hehe. Kita berangkat pada tanggal 22 Desember 2018 dengan penerbangan paling pagi jam enam. Penerbangan kali ini menggunakan maskapai Sriwijaya Air dari Jakarta. Penerbangan Jakarta-Tanjung Pandang bolak balik ada 5 penerbangan. Jakarta-Tanjung Pandang memakan waktu satu jam dan seperti postingan sebelumnya, sekali lagi jangan mencari tiket pesawat mendadak, karena bisa lebih mahal dari harga normal biasanya. Harga normal Sriwijaya biasanya tidak sampai 600 ribu, tapi pada high season bisa mencapai 1 – 1.5 juta rupiah.

Setelah sampai di Bandara H.A.S Hanandjoeddin Airport di Tanjung Pandang pada pukul tujuh pagi, kami sudah ditunggu oleh travel agent yang sudah dipesan sebelumnya. Travel agent yang aku pakai adalah Belitung Expose (IG: @belitungbeach_tour). Di Belitung Expose ini tidak memakai sistem open trip, namun personal trip. Semakin banyak yang ikut dalam satu grup, makin murah biaya per orangnya. Untuk jadwal dan pemilihan kualitas hotel atau transportasi, bisa di kustom sesuai keinginan tamu. 

Di Belitung, tidak ada transportasi umum, apalagi ojek online, jadi untuk pergi kemana-mana, benar-benar mengandalkan transportasi dari travel agent tersebut.

Baiklah… setelah keluar dari bandara, kami diantar ke restoran bernama Wanbie untuk mendapatkan welcome meal. Welcome meal yang kami dapatkan adalah makanan khas Belitung, yang enakkkk banget… yaitu Mie Atep Belitung.

http://www.devimariaulfa.com Mie Atep Belitung – Dok Pribadi

Mie Atep Belitung ini nagih benarr… dasarnya, Mie Atep ini hanyalah mie biasa dengan tambahan tauge, cakwe, gorengan, udang, tahu, timun, dan kuah yang berbau seafood. 

Setelah selesai makan welcome meal, kami meneruskan perjalanan untuk mengunjungi beberapa destinasi. Lokasi yang akan kami tuju adalah kabupaten Belitung Timur. Tanjung Pandang berada di Belitung Barat, yang dalam arti kami menuju ke tempat yang paling Timur di pulau Belitung.

Perjalanan ke Belitung Timur memakan waktu tiga jam dengan mobil. Jalanan menuju kesana sudah bagus, dalam arti sudah aspal, namun kanan-kiri masih banyak pepohonan dan rumah warga yang sederhana.

Sampai di Belitung Timur, destinasi yang pertama kali kami datangi adalah replika sekolah Muhammadiyah yang ada di film Laskar Pelangi. Sekolah tersebut hanyalah replika, karena sekolah yang asli sudah tidak ada. Berikut adalah foto-foto di replika sekolah Muhammadiyah:

 

http://www.devimariaulfa.com SD Muhammadiyah Gantong – Dok Pribadi

 

Di dalam sekolah ini, banyak anak-anak yang duduk di meja murid-murid sebagai ‘properti’ untuk mereka yang ingin berfoto menjadi ‘guru’. Di depan sekolah tersebut juga terdapat anak-anak laki-laki yang berdandan menggunakan celana yang tertempel daun-daun seperti di dalam film Laskar Pelangi.

Setelah dari replika sekolah tersebut, kami di bawa ke sebuah Rumah Keong yang bertempat di seberang dari SD Muhammadiyah Gantong. Rumah keong tersebut sebenarnya hanya sebuah kubah besar berbentuk seperti rumah keong yang dianyam dengan bambu tebal. Untuk jelasnya bisa disimak foto di bawah:

http://www.devimariaulfa.com Rumah Keong Belitung – Dok Pribadi

Di belakang rumah keong, terdapat danau yang di bawah airnya terdapat ganggang yang masih asri dan tidak keruh. Terdapat perahu-perahu juga untuk mereka yang ingin menyisiri danau, namun aku tidak naik, takut tenggelam 😂

http://www.devimariaulfa.com Danau Belakang Rumah Keong – Dok Pribadi

 

http://www.devimariaulfa.com Danau Rumah Keong – Dok Pribadi

 

Setelah puas mengambil foto di Rumah Keong, kami melanjutkan perjalanan ke Museum Kata Andrea Hirata, sang penulis buku Laskar Pelangi. Disana terdapat banyak karya-karya dari Andrea Hirata. Sepertinya Museum ini didedikasikan kepada sang penulis atas rasa terima kasih, karena berkat buku dan film Laskar Pelangi, wisata di Belitung jadi makin dikenal luas oleh masyarakat dan banyak yang berkunjung, sehingga perekonomian warganya semakin maju. Untuk masuk ke tempat ini, dikenakan biaya sebesar 10 ribu perorang.

http://www.devimariaulfa.com Museum Kata Andrea Hirata – Dok Pribadi

 

http://www.devimariaulfa.com Museum Kata Andrea Hirata – Dok Pribadi

 

http://www.devimariaulfa.com Museum Andrea Hirata – Dok Pribadi

 

Setelah dari Museum Kata Andrea Hirata, kami melanjutkan perjalanan ke Patung Besar Dewi Kwan Im. Dari atas patung tinggi ini berada di vihara ini, kita bisa lihat pemandangan kota bawah.

http://www.devimariaulfa.com Patung Dewi Kwan Im – Dok Pribadi

 

Hari pertama di Belitung sudah usai, dihari kedua kami lanjutkan untuk hopping island.  

 

Hopping island pertama menuju landmark terkenal di Belitung, yaitu Menara Mercusuar di Pulau Lengkuas. Sebagai landmark Belitung, Pulau ini sangat terkenal dan sangat ramai! Maklum yah, musim liburan. Di pulau ini, kami sempatkan untuk membuat video ala ala travel blogger professional menggunakan drone. Untuk hasil video tersebut bisa di klik di sini.

Mercusuar Pulau Lengkuas – Doc Pribadi

Pulau Lengkuas – Doc Pribadi

Bisakah kita sejenak menikmati pemandangan yang indah ini? Ceileeee xD Habis ini mungkin lebih banyak ke foto-fotonya ya, soalnya indah bangett.

Di pulau Lengkuas, kami puas-puaskan untuk berdokumentasi dan menikmati indahnya alam di pulau Belitung.

Setelah itu, kami pindah pulau lagi ke Pulau Kepayang untuk melepas penyu. Penyu kecil dihargai Rp. 25.000 rupiah untuk biaya pengganti makan penyu untuk sang pedagang. Tips untuk kalian yang ingin melepas penyu, setelah membeli penyunya, silakan untuk melepas penyu di tengah laut, karena pengalamanku, aku melepas penyunya di pinggir pantai, sehingga ada potensi, penyu akan terdorong ombak kecil kembali ke bibir pantai.

Penyu Pulau Kepayang – Doc Pribadi
Pulau Kepayang – Doc Pribadi

Untuk ke pulau selanjutnya, lupaa sekali nama pulaunya, tapi kami hanya transit untuk makan siang. Makan siang kemarin pun tidak didokumentasikan karena perut sangat laparrr sekali, sehingga begitu sampai di tujuan, kami hanya fokus untuk makan, hehehe…

Setelah puas makan, kami menuju kembali ke pulau Belitung untuk menikmati pinggir pantai sambil menyantap rujak dan bermain jetski, namun sayang sekali, karena Belitung pada musim itu adalah musim hujan, maka tidak ada sunset 🙁

Bermain Jet Ski – Doc Pribadi
Pinggir Pantai – Doc Pribadi
Pinggir Pantai – Doc Pribadi

Hari berganti, sampai di penghujung perjalanan kami di Pulau Belitung. Tapi sebelum pulang ke rumah, kami menyempatkan untuk pergi ke Pantai Tanjung Tinggi untuk berfoto-foto dan mencicipi kopi yang terkenal enak di Belitung, Kong Djie Coffee.

Pulau Tanjung Tinggi – Doc Pribadi

Dengan begitu, berakhirlah perjalanan kami di Pulau Belitung. Pulau Laskar Pelangi ini wajib banget dikunjungi dan pas banget buat kamu yang ingin short trip tapi sudah dapat banyak sekali destinasi.

Semoga kamu yang baca, bisa kesana juga ya!

Seperti biasa, feedback dan komentar ditunggu!

Love,

Devi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *