Ranca Upas: Sunrise on Its Way!

http://www.devimariaulfa.com

Halo halo halo bebs! Selamat datang kembali ke blog acuu. Buat kalian yang baru pertama kali datang ke blog aku, tak apaa! Selamat datang yaa, dan mungkin bisa baca postingan aku yang lainnya ๐Ÿ˜‰

Sudah berapa bulan ya jarang ngeblog? Soalnya kontenku kan jalan-jalan, dan memang belakangan ini belum jalan-jalan lagi, jadi nggak tahu harus nulis apa ๐Ÿ™

Sampai akhirnya, waktu itu teman kosku ngajak aku untuk jalan-jalan ke tempat yang dekat aja dari Jakarta, karena tahu aku butuh konten untuk ngeblog lagi hehehe. Yasudah deh, kita memutuskan untuk pergi ke Ranca Upas di Ciwidey, Bandung. Ternyataaa teman kosku itu pakai aplikasi ‘Explorer’ bisa di download di AppStore dan Playstore ya! **bukan sponsor**

Bukan sponsor pun aku tetap merekomendasikan kalian untuk pakai aplikasi ini untuk jalan-jalan ke berbagai destinasi. Sifatnya ada open trip, ada private trip, dan kebetulan, aku pakai open trip untuk ke Ranca Upas. Sangat recommended banget untuk kalian yang solo traveler tapi nggak pingin sendiri-sendiri amat yaa. Pokoknya aman banget buat perempuan dan solo traveler, very recommended! Bis yang dipakai White Horse lagi, beeeuhhh mewah banget kan? Dan biaya yang aku keluarkan untuk open trip cuma 150.000 aja per orang ya! Nanti dijelaskan sama tour leadernya deh kenapa murah plus pakai bis mewah hehe

Pakai Explorer pas banget, apalagi pas banget buat Solo Traveling Untuk Perempuan. Promot link dikit boleh ya, bisa di klik kakak untuk link solo traveling untuk perempuannya ๐Ÿ˜€

Oke deh mari cerita. Nah aku berangkat pada tanggal 7 September malam, dan meeting pointnya di Jakarta Timur. Yes, untuk ke Ranca Upas, ada dua meeting point. Yang satunya di Central Park, yang satunya di Daytrans Jakarta Timur, dan aku kebetulan memilih di Jakarta Timur.

Kami berangkat dari Jakarta Timur menuju Bandung sekitar jam 10 malam, perjalanan memakan waktu sekitar 5 setengah jam karena saat sampai di Ranca Upas aku ingat banget pukul 3:28 pagi. Jangan ditanya lah ngapain aja aku di dalam bis. Tidur dong, bangun-bangun sudah sampai Ranca Upas aja hehehe.

Oh iya friendly reminder aja yaa guys, kalau ke ranca upas, lapisi bajumu dengan baju hangat dan jaket yang tebal kalau nggak mau hipotermia. Sesampainya di Ranca Upas, dan keluar dari bis, dinginnya langsung menusuk badan banget. Penasaran berapa derajat di Ranca Upas? Hm segini rek:

http://www.devimariaulfa.com
12 Derajat di Ranca Upas

Kebayang kan dinginnya macem apa, ditambah lagi pas turun dari bis, kita harus cuci muka dan sikat gigi. Yaa bebersih dikit lah ya, masak bau mulut dan muka bangun tidur yang akan difoto?

Tapi bebersih sih bebersih ya, tapi kadang nyesel gitu kenapa musti cuci muka dan sikat gigi. Masalahnya adalah airnya bikin nggak kuat banget. Bayangin habis ngelakuin kedua aktivitas itu, jari-jari rasanya kayak ditusuk-tusuk jarum saking dinginnya! Untuk beberapa saat di sana, kedua aktivitas itu adalah aktivitas jahannam.

Selesai bebersih, tukang bakso aci cuanki sudah bersiap untuk memulai berdagang, dan saat itu lah diriku langsung duduk di lesehan untuk pesan bakso aci cuanky, pakai indomie! Udah excited banget rasanya mau menghangatkan badan pakai yang panas-panas, soalnya keliatan banget asap hangat keluar dari panci tukang baso.

Aku kira bakal panas banget gitu ya, kemepyar lah istilahnya, taunya panasnya hangat aja, nggak tahu beneran hangat doang atau panasnya udah dikalahin sama udara sedingin 12 derajat itu. Tapi yaudah lah ya, yang penting mengisi perut.

Eh tapi, tapi, saat postingan ini dibuat, aku lupa kalo aku gak fotoin baso acinyaaa ๐Ÿ˜ญ Ada beberapa alasan sih aku lupa fotoin basonya. Pertama, aku laper banget, kedua aku laper banget, ketiga kamera DSLR ku lagi dipanaskan untuk menyesuaikan suhu dingin, keempat ponselku lagi di charge ๐Ÿ˜‚

Yaudah lah ya, perkara baso aja riweuh. Tahu kan ya baso aci kayak gimana? ๐Ÿœ

Setelah makan, adzan subuh berkumandang, memang rencana untuk on the way ke spot sunrisenya adalah setelah menunaikan shalat subuh. Setelah shalat subuh, kami menuju ke tempat sunrisenya sekitar pukul 5 pagi. Yah dari tempat parkir sampai ke spot sunrise memang nggak jauh kok, jadi nggak buru-buru banget sih.

Nah saat kita on the way ke spot sunrisenya, srengengeย berwarna merah menandakan matahari terbit sudah mulai terlihat. Cantik bangettt. Nah di lapangan tempat spot sunrise tersebut banyak banget orang-orang yang berkemah, jadi Ranca Upas nggak usah dibayangin kayak di Bromo gitu ya, yang tinggi dan nggak begitu luas.

Ranca upas luas banget, sehingga bisa dipakai untuk berkemah. Namun yang sedikit bikin nggak nyaman adalah, mereka yang berkemah hampir semuanya membakar api unggun untuk menghangatkan badan. Nggak salah sih, cuma pas kita jalan, abu bekas bakaran itu mengenai mata banget, jadi perih sekali matanya.

Balik ke sunrisenya, sunrisenya mungkin hanya berlangsung beberapa menit karena sepertinya awan agak menutupi jalannya matahari untuk keluar dari tempat sembunyinya.

http://www.devimariaulfa.com
Sunrise Ranca Upas

Tour leader memberi waktu bebas untuk kita berfoto-foto dengan matahari terbit yang notabene hanya warna dari pancaran matahari dan kabut yang mulai turun saja, tapi itu juga sudah cantik banget lho!

http://www.devimariaulfa.com
Sunrise Ranca Upas

Sehabis puas foto-foto dengan matahari terbit, kami memutuskan untuk pergi ke warung. Yah, minum teh panas dan cemal cemil gitu. Teman-teman yang lain pada cemal cemil, dan aku memutuskan untuk coba cari spot-spot yang bagus untuk foto portrait ku di akun Instagram @mariya.snaps yaa, di follow boleh atuh xD

Nah beberapa foto yang bisa aku upload untuk portrait ada banyak banget, semuanya ada di @mariya.snaps yaa, tapi sneak peak ada di sini, satu aja xD

http://www.devimariaulfa.com
Portrait Devi
http://www.devimariaulfa.com
Foto Iseng Devi Hunting Spot

Nah setelah foto-foto lagi, kami memutuskan untuk pergi ke kandang penangkaran rusa. Demi Allah baru kali ini lihat rusa secara langsung, biasanya sih di tipi tipi ya, biasanya sama Santa Claus gitu hehe

Sebelum masuk penangkaran, kita bisa beli dulu makanan rusanya, bisa wortel atau sayuran hijau, biar fotonya bagus gitu lho.

Sesampainya di penangkaran rusanya, kita bisa foto-foto sama rusanya, tapi hati-hati ya sama tanduknya, kalau salah langkah bisa-bisa diseruduk ๐Ÿ™

Di penangkaran rusa, kami juga foto-foto bersama rusa, namun banyak mbak-mbak yang jejeritan karena didatangi rusanya, ya bener aja sih didatangi rusanya, wong kalian semua megang makanannya mereka -_-

Nah, foto-foto di penangkaran rusanya musti hati-hati ya, kalau nggak, nanti jatuh dan bisa kena kotoran rusanya. Pastikan membawa baju ganti kalau ke Ranca Upas yaa.

http://www.devimariaulfa.com
I Would Say Meow But This Ain’t a Cat

Selain foto sama rusa, kita juga foto-foto di halaman penangkaran rusanya, ala-ala di New Zealand gitu. Hasilnya cuamikkk banget boss. Cucok lah buat budak-budak sosial media yang pingin feednya bagus..

http://www.devimariaulfa.com
New Zealand Cabang Ranca Upas
http://www.devimariaulfa.com
New Zealand Cabang Ranca Upas 2

Selesai puas-puasin foto-foto (karena saya merangkap jadi fotografer juga) jadinya kita memutuskan untuk balik ke bis untuk siap-siap ke destinasi selanjutnya.

Destinasi selanjutnya adalah Driam. Driam basically hanyalah resort yang tempat rekreasinya buatan, atau kalau di Jogja disebutnya spot selfie. Mereka membuat spot-spot selfie buatan agar menarik wisatawan datang. Kalau kalian ke Mangunan, Jogja, kalian bisa menemukan tempat rekreasi sejenis ini lhoo.

Di Driam kita diberi waktu untuk makan siang dan foto-foto, tapi kami nggak foto-foto terlalu lama soalnya lama-lama membosankan banget, ditambah panasnya terik matahari membuat pusing ๐Ÿ™

http://www.devimariaulfa.com
Driam
http://www.devimariaulfa.com
Driam 2

Setelah foto-foto dan makan, kami kembali ke bis untuk melanjutkan perjalanan kembali ke Jakarta.

Sampai di Jakarta, kami memutuskan untuk turun di meeting point di Central Park, dan waktu menunjukkan sekitar jam 8 malam lebih. Kami lelah luar biasa karena sepanjang waktu kami habiskan di bis.

Setelah tiba di Central Park kami memutuskan untuk pesan ojol untuk mengantarkan kami sampai ke kosan. Dan di dalam ojol kami semua tertidur pulas.

Asik banget bisa liburan singkat di weekend setelah penat bekerja. Tapi perjalanan ini mengajarkanku untuk sering-sering olahraga biar nggak pegel-pegel!!!

Ngomong doang sih sering olahraga, tapi dilakuin apa nggak tergantung mood hehehe (jangan ditiru ini ya!!)

Yaudah gengs! Segitu aja jalan-jalan di Ranca Upas, lain kali aku mau solo traveling pakai Explorer lagi deh biar cerita ke kaliannya lebih detail dan banyak.

Jangan lupa jalan-jalan bebssss <3

Love,

Devi Ulfa

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *